Sabtu, 29 Maret 2014

TUGAS JURNAL ILMIAH PENGANTAR KOMPUTASI MODERN

Membangun Cloud Computing antar kampus Gunadarma di Kota Depok Berbasis Cyber city 

Disusun oleh :
Nama :  Fadly S Silalahi
NPM :  52410491
Kelas :  4IA15

Abstraksi

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini sangat pesat. Manusia dituntut untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan cepat dan cermat. Masalah yang dihadapi bisa berupa masalah sosial, sains maupun model matematika. Khususnya untuk bidang sains dan model matematika, keberadaan komputer dan dukungan dari berbagai jenis algoritma komputer sangatlah diperlukan. Perpaduan dari kemajuan aspek tersebut dikenal dengan Komputasi Modern. Contoh jenis Komputasi Modern yang dewasa ini dikenal adalah Cloud Computing.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk dapat mengajak Universitas Gunadarma mempersiapkan teknologi Computing dan dapat menerapkannya dalam lingkungan civitas Gunadarma sehingga universitas Gunadarma dipandang sebagai universitas yang memiliki nilai lebih dalam teknologi dan salah satu pelopor teknologi cloud computing di Indonesia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia dipandang dunia International sebagai Negara yang mapan dalam teknologi.

Latar Belakang Masalah

Dalam Civitas Universita Gunadarma setiap kegiatan yang dilakukan menggunakan server di masing-masing kampus. Dari banyak kampus yang dimiliki,Di kampus bekasi saja Universitas Gunadarma memiliki 1 server sendiri dan belum lagi dikota-kota yang lainnya yang masing-masing memiliki 1 server. Hal ini tentu saja akan mengalami pemborosan dihitung dari biaya maintenance,listrik,dan lain sebagainya. Dari masalah tersebut kenapa tidak dilakukan penghematan saja di sector ini sehingga dapat digunakan untuk hal positif lainnya yang mendukung pengembangan karakter dan Intelektual mahasiswanya.
Dari penjelasan diatas maka disadari perlunya langkah-langkah besar untuk dapat menjawab permasalahan tersebut tanpa mengganggu kegiatan civitas Gunadarma. Salah satunya dengan mengadopsi teknologi Cloud Computing yang sedang menjadi trend Teknologi sekarang.
Cloud Computing adalah evolusi selanjutnya dari internet. Pada cloud computing merupakan penyedia tenaga Komputasi,Infrastruktur Komputasi,Aplikasi,proses bisnis hingga berbagai kebutuhan yang muncul pada saat yang dibutuhkan melalui media internet

Tujuan Penulisan

Menjadikan Universitas gunadarma sebagai pelopor Universitas yang Mampu Menerapkan teknologi Cloud Computing dan menjadikan biaya operasional yang ada dialihkan sebagai biaya pengembangan karakter dan intelektual mahasiswanya ataupun dapat menjadikan Universitas Gunadarma mulai memikirkan menyediakan ketersediaan cloud Computing di Indonesia di kalangan Pendidikan.

Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan metode teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Dengan  mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik seperti Internet seperti Blog,ebook,dan Forum.


PEMBAHASAN

Konsep Dasar Cloud Computing

1. Infrastructure as a Service (IaaS) : konsep tertua dimana pengimplementasiannya banyak dilakukan mulai dari penggunaan atau penyewaan jaringan untuk akses Internet, layanan Disaster Recovery Center, dsb.
2. Platform as a Service (PaaS) : konsepnya hampir serupa dengan IaaS. Namun Platform disini adalah penggunaan operating system dan infrastruktur pendukungnya. Yang cukup terkenal adalah layanan dari situs Force.Com serta layanan dari para vendor server.
3. Software as a Service (SaaS) : berada satu tingkat diatas PaaS dan IaaS, dimana disini   yang ditawarkan adalah software atau suatu aplikasi bisnis tertentu. Contoh yang paling mutakhir adalah SalesForce.Com, Service-Now.Com, Google Apps, dsb.

Komponen Cloud Computing

1. Cloud Clients adalah seperangkat komputer ataupun software yang didesain secara khusus untuk penggunaan layanan berbasis cloud computing.
A.Mobile – Windows Mobile, Symbian, dan lain-lain.
B.Thin Client – Windows Terminal Service, CherryPal, dll.
C.Thick Client – Internet Explorer, FireFox, Chrome, dll.

2. Cloud Services adalah produk, layanan dan solusi yang dipakai dan disampaikan secara real-time melalui media Internet. Contoh yang paling popular adalah web service.
Identitas – OpenID, OAuth, dan lain2.
Integration – Amazon Simple Queue Service.
Payments – PayPal, Google Checkout.
Mapping – Google Maps, Yahoo! Maps.

3. Cloud Applications memanfaatkan cloud computing dalam hal arsitektur software. Sehingga user tidak perlu menginstal dan menjalankan aplikasi dengan menggunakan komputer.
Peer-to-peer – BitTorrent, SETI, dan lain-lain.
Web Application – Facebook.
SaaS – Google Apps, SalesForce.Com, dan lain-lain.

4. Cloud Platform : merupakan layanan berupa platform komputasi yang berisi hardware dan software2 infrasktruktur. Biasanya mempunyai aplikasi bisnis tertentu dan menggunakan layanan PaaS sebagai infrastruktur aplikasi bisnisnya. Contoh :
Web Application Frameworks – Python Django, Rubyon Rails, .NET
Web Hosting
Propietary – Force.Com

5.  Cloud Storage melibatkan proses penyampaian penyimpanan data sebagai sebuah layanan. Misal :
Database – Google Big Table, Amazon SimpleDB.
Network Attached Storage – Nirvanix CloudNAS, MobileMe iDisk.

6. Cloud Infrastructure merupakan penyampaian infrastruktur komputasi sebagai sebuah layanan. Contohnya :
Grid Computing – Sun Grid.
Full Virtualization – GoGrid, Skytap.
Compute – Amazon Elastic Compute Cloud.


Design Dasar Cloud Computing yang dapat Dibangun


Dalam Design ini menjelaskan sebagai berikut:
1.      Terdapat 4 router yang terhubung langsung dengan Cloud Computing
2.      Terdapat 2 router yang terhubung dengan komponen lain selain cloud computing
3.     Diantara 2 router yang terhubung dengan cloud terdapat sebuah switch yang terhubung dengan router 4 menghubungkan antara Linksys Wireless Router- client dan sebuah server sebagai server Universitas sedangkan yang terhubung dengan router 3 terhubung pula dengan 1 switch dan 1  server sebagai server Cloud.

Manfaat penggunaan Cloud Computing

1.       Kelincahan Bisnis (business agility)
Dengan kemampuan mendapatkan sumber daya TI yang dibutuhkan hanya ketika dibutuhkan maka akan memperpendek siklus proyek-proyek TI, menekan jumlah mandays untuk menjalankan proyek, serta organisasi pun akan lebih cepat dan lebih mudah memprediksi kapan layanan dapat digunakan. Kemampuan untuk dapat memperoleh hasil dengan lebih cepat, lebih murah dan lebih berkualitas maka akan memberikan amunis daya saing kepada bisnis daya saing yang membuatnya lebih lincah dalam bergerak.

2.       Model bisnis baru
Komputasi awan memungkinkan inisiatif inovasi bisnis dapat lebih mudah untuk dimulai, karena seringkali yang dibutuhkan telah tersedia dalam layanan-layanan cloud. Memberdayakan atau mengkombinasikan layanan-layanan tersebut dapat pula menghasilkan model-model bisnis yang baru dan inovatif, menghasilkan nilai baru dan tak jarang dapat juga membuahkan ceruk pendapatan baru.

3.       Menekan permasalahan operasional
Menggunakan layanan-layanan yang terstandardisasi dapat secara signifikan mengurangi masalah dan penyakit. Komputasi awan dapat meningkatkan tingkat kesinambungan bisnis dan mengurangi waktu yang dikeluarkan untuk permasalahan-permasalahan operasional, serta lebih berfokus pada hal-hal yang memang penting saja. Disamping itu, layanan komputasi awan yang terstandardisasi tersebut juga menyebabkan organisasi dapat memperoleh layanan yang sama secara konsisten pada setiap waktunya.

4.       Penggunaan sumber daya yang lebih baik
Oleh karena proyek-proyek dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan permasalahan operasional dapat ditekan maka memungkinkan SDM organisasi utnuk mengalokasikan waktu mereka pada aktifitas yang lebih bermanfaat yang dapat berpotensi memberikan nilai yang lebih besar bagi bisnis. Manfaat ini berbeda-beda untuk setiap organisasi dan biasanya lebih sulit untuk dikuantifikasi. Tapi bukankah manusia adalah aset terbesar organisasi? Sehingga artinya mengoptimalkan SDM berarti juga mengoptimalkan penggunaan aset terbesar yang dimiliki oleh organisasi. Secara skala ekonomi juga dapat mendukung manfaat komputasi awan ini dalam optimalisasi sumber daya ang digunakan. Karena penyedia layanan cloud ini umumnya lebih efisien dalam penggunaan aset-aset fisiknya, penggunaan energinya, dll.

5.       Biaya modal yang lebih kecil
Memang terdapat pro-kontra mengenai manfaat dari menggeser dari model belanja modal (CapEx) ke model belanja operasional (OpEx). Secara umum disimpulkan bahwa untuk proyek-proyek jangka pendek dan menengah, model OpEx lebih menarik karena tidak ada komitmen finansial jangka panjang. Pada model OpEx tidak dibutuhkan investasi di awal, sehingga memungkinkan organisasi untuk memulai proyek lebih cepat tapi juga mengakhirinya tanpa kehilangan investasi apapun di layanan cloud ini.

Kesimpulan dan saran

Kesimpulan
Dengan melihat teknologi Cloud Computing sebagai teknologi masa depan dan akan terus berkembang maka sudah dirasa perlu untuk memulai teknologi ini di Universitas Gunadarma dengan Memandang dengan berbagai manfaat yang dirasakan.

Saran
Cloud Computing design yang diberikan masih sederhana sehingga perlu disesuaikan dengan membuat design yang secara nyata sesuai dengan keadaan jaringan di Universitas Gunadarma.


Daftar Pustaka
1. http://www.youtube.com/watch?v=ae_DKNwK_ms, waktu akses 22 Januari 2013
2.http://www.manajemen-ti.com/berjalan-di-awan2/263-5-manfaat-cloud-computing-bagi-bisnsi.html, waktu akses 22 Januari 2013
3. http://www.youtube.com/watch?v=uYGQcmZUTaw, waktu akses 23 Januari 2013
4.www.wikipedia.com, waktu akses 23 Januari 2013
5.www.google.com,waktu akses 23 Januari 2013